Skip to main content

Bersama UIN Walisongo, Bangkitkan Sistem Pendidikan Indonesia Melalui Teknologi!

     Pandemi Covid-19 merupakan mimpi buruk yang pernah terjadi di dunia. Peristiwa yang tidak terduga tersebut menyebabkan masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia mengalami perubahan siklus kehidupan sampai dengan 180 derajat. Akibat dari pandemi tersebut juga berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia.      Pemerintah yang merupakan regulator dari suatu negara tentunya tidak bisa tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat bisa menyesuaikan diri dan tidak terjebak dalam keadaan yang sangat terpuruk ini. Salah satu kebijakan yang hadir, khusunya bagi para peserta didik dan tenaga pendidik di Indonesia adalah dengan melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Dikarenakan mobilitas dibatasi, namun kegiatan belajar mengajar (KBM) harus tetap berlangsung, maka pemerintah membuat kebijakan yaitu p roses pembelajaran di era pandemi Covid-19  untuk tenaga pendidik maupun peserta didik dialihkan dengan menggunakan bantuan te...

Physical sunscreen vs Chemical sunscreen, manakah yang lebih baik?

Halo beautees!😊

Cuaca yang panas dan matahari yang terik adalah ciri khas yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Paparan sinar matahari yang terik, memiliki banyak sekali dampak buruk bagi kesehatan kulit. Untuk itu, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak menggunakan sunscreen pada pagi hari sebeleum beraktivitas. Baik diluar maupun di dalam ruangan. Sunscreen adalah produk perawatan kulit yang digunakan pada tahap akhir rangkaian skincare di pagi hari setelah penggunaan moisturizer. Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis sunscreen yang dapat digunakan, yaitu physical sunscreen atau chemical sunscreen.

Apa itu physical dan chemical sunscreen?

Physical atau yang biasa disebut dengan mineral atau inorganic sunscreen adalah sunscreen yang memberikan perlindungan kulit dari dampak buruk sinar UV dengan berada pada lapisan permukaan kulit lalu memantulkannya kembali. Sedangkan chemical sunscreen atau yang biasa disebut organic sunscreen adalah sunscreen yang memberikan perlindungan dengan menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas sehingga tidak memberikan dampak negatif pada kulit.

Apa perbedaan physical dan chemical sunscreen?


  • Pada physical sunscreen, kandungan uv filter pada suatu produk sunscreen adalah titanium dioxide atau zinc oxide. Baik titanium dioxide ataupun zinc oxide keduanya sama-sama dapat memberikan perlindungan yang baik dari sinar UVA maupun UVB. Namun untuk perlindungan dari sinar UVA ingridient zinc oxide memiliki efektivitas yang lebih baik. Physical sunscreen bekerja diatas permukaan kulit dengan memberi penghalang fisik antara kulit dengan sinar UV dan memantulkannya kembali sehingga tidak akan merusak kulit. Untuk itu, karena physical suncreen hanya berada pada permukaan kulit mengakibatkan physical sunscreen ini memilki sifat yang tidak menyerap kulit sehingga risiko mengiritasi kulit pun lebih kecil. Namun karena physical sunscreen berada pada permukaan kulit, hal ini biasanya akan menimbulkan efek whitecast yang sedikit mengganggu pada kulit. Tetapi jangan khawatir! Karena efek whitecast ini biasanya akan menghilang setelah beberapa menit dan akan menjadikan tone kulit lebih cerah satu sampai dua tingkat. Finishing dari physical sunscreen adalah matte, sehingga sangat cocok digunakan untuk kulit berminyak
  • Berbeda dengan physical sunscreen, kandungan aktif uv filter dari chemical sunscreen lebih beragam, diantaranya adalah: Avobenzone, octisalate, oxybenzone, octocrylene, octinoxate, homosalate, PABA. Dengan kandungan tersebut, chemical sunscreen bekerja menembus epidermis dan dermis kulit dan menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi panas dan akan dilepaskan oleh kulit. Kelebihan dari chemical sunscreen yaitu karena teksturnya yang lebih ringan dari physical sunscreen mengakibatkan chemical sunscreen ini lebih mudah menyerap kulit dan lebih aman jika digunakan dibawah makeup karena tidak meninggalkan efek whitecast seperti physical sunscreen. Namun, kekurangan dari chemical sunscreen yaitu memiliki risiko kemungkinan untuk menyumbat pori-pori kulit, dan dikarenakan banyaknya kandungan untuk melindungi kulit dari sinar uv, sehingga menciptakan peluang untuk mengiritasi kulit. Berbeda dengan physical sunscreen, chemical sunscreen umumnya memiliki tampilan akhir dewy dan moisturizing pada wajah, sehingga akan cocok digunakan pada wajah yang memiliki kulit kering.

 Manakah yang lebih baik? Physical atau chemical sunscreen

Baik physical maupun chemical sunscreen, keduanya sama-sama memberikan perlindungan yang baik untuk mencegah dari dampak buruk paparan sinar UV. Hanya saja penggunannya akan lebih baik jika disesuaikan dengan kondisi dan jenis kulit masing-masing. Hindari penggunaan chemical sunscreen pada kulit yang sensitif karena kemungkinan timbul iritasi akan lebih tinggi.

Comments

Popular posts from this blog

Basic Skincare untuk Pemula yang Wajib Kalian Ketahui!

   Hi  beautees ! Menginjak usia remaja adalah sangat wajar jika seseorang mulai memperhatikan penampilannya. Hal itu biasanya dilakukan seseorang dengan tujuan agar lebih nyaman dan lebih percaya diri jika berinteraksi dengan lawan jenisnya. Ssst, tetapi tidak sedikit dari kalian yang masih kebingungan bukan? Hendak memulai darimana dunia per- skincare an ini? Tetapi jangan khawatir, setelah membaca artikel ini tentunya kalian akan mengetahui basic skincare yang perlu digunakan untuk mengawali perjalanan kulit agar menjadi   glowing! Sebelum membahas produk apa saja yang sebaiknya digunakan untuk pemula, penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu jenis kulit yang kita miliki. Karena penggunaan skincare akan lebih maksimal jika disesuaikan dengan tipe kulit setiap orang.

Bersama UIN Walisongo, Bangkitkan Sistem Pendidikan Indonesia Melalui Teknologi!

     Pandemi Covid-19 merupakan mimpi buruk yang pernah terjadi di dunia. Peristiwa yang tidak terduga tersebut menyebabkan masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia mengalami perubahan siklus kehidupan sampai dengan 180 derajat. Akibat dari pandemi tersebut juga berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia.      Pemerintah yang merupakan regulator dari suatu negara tentunya tidak bisa tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat bisa menyesuaikan diri dan tidak terjebak dalam keadaan yang sangat terpuruk ini. Salah satu kebijakan yang hadir, khusunya bagi para peserta didik dan tenaga pendidik di Indonesia adalah dengan melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Dikarenakan mobilitas dibatasi, namun kegiatan belajar mengajar (KBM) harus tetap berlangsung, maka pemerintah membuat kebijakan yaitu p roses pembelajaran di era pandemi Covid-19  untuk tenaga pendidik maupun peserta didik dialihkan dengan menggunakan bantuan te...