Skip to main content

Bersama UIN Walisongo, Bangkitkan Sistem Pendidikan Indonesia Melalui Teknologi!

     Pandemi Covid-19 merupakan mimpi buruk yang pernah terjadi di dunia. Peristiwa yang tidak terduga tersebut menyebabkan masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia mengalami perubahan siklus kehidupan sampai dengan 180 derajat. Akibat dari pandemi tersebut juga berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia.      Pemerintah yang merupakan regulator dari suatu negara tentunya tidak bisa tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat bisa menyesuaikan diri dan tidak terjebak dalam keadaan yang sangat terpuruk ini. Salah satu kebijakan yang hadir, khusunya bagi para peserta didik dan tenaga pendidik di Indonesia adalah dengan melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Dikarenakan mobilitas dibatasi, namun kegiatan belajar mengajar (KBM) harus tetap berlangsung, maka pemerintah membuat kebijakan yaitu p roses pembelajaran di era pandemi Covid-19  untuk tenaga pendidik maupun peserta didik dialihkan dengan menggunakan bantuan te...

Bersama UIN Walisongo, Bangkitkan Sistem Pendidikan Indonesia Melalui Teknologi!

    Pandemi Covid-19 merupakan mimpi buruk yang pernah terjadi di dunia. Peristiwa yang tidak terduga tersebut menyebabkan masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia mengalami perubahan siklus kehidupan sampai dengan 180 derajat. Akibat dari pandemi tersebut juga berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia.

    Pemerintah yang merupakan regulator dari suatu negara tentunya tidak bisa tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat bisa menyesuaikan diri dan tidak terjebak dalam keadaan yang sangat terpuruk ini. Salah satu kebijakan yang hadir, khusunya bagi para peserta didik dan tenaga pendidik di Indonesia adalah dengan melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Dikarenakan mobilitas dibatasi, namun kegiatan belajar mengajar (KBM) harus tetap berlangsung, maka pemerintah membuat kebijakan yaitu proses pembelajaran di era pandemi Covid-19 untuk tenaga pendidik maupun peserta didik dialihkan dengan menggunakan bantuan teknologi. Pada awalnya perubahan teknologi dalam proses transformasi pembelajaran sulit diterima. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, dengan ketangguhan tenaga pendidik dan kemauan para pelajar yang berusaha untuk beradaptasi, maka penggunaan teknologi dapat diterima. 

    Kekhawatiran akan perubahan dan kemajuan teknologi yang sangat cepat ini sebelumnya telah terjadi jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda. Namun, dengan adanya pandemi ini justru membuat segenap elemen pendidikan bergerak bersama untuk berusaha beradaptasi dengan teknologi, dan karena perubahan teknologi itulah memberikan perubahan cara pandang, cara berpikir, dan cara kerja dari tenaga pendidik maupun peserta didik. Transformasi yang terjadi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan dan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin hebat di Indonesia. 

    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Plt. Dirjen Diktiristek) menyebutkan bahwa Teknologi sebagai enabler, empower, dan transformers pendidikan. Teknologi sebagai enabler mengartikan bahwa teknologi memungkinkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak terbayang. Selanjutnya, teknologi sebagai empower yaitu teknologi dapat memberdayakan guru yang pada awalnya tidak memiliki power pembelajaran menjadi memliki sumber belajar yang bagus. Sedangkan teknologi sebagai transformers mengartikan bahwa teknologi dapat mentransformasikan anak-anak, guru-guru, dan dosen untuk menuju masa depan melalui teknologi. Peran teknologi sebagai enabler, empower, dan transformer pendidikan diharapkan dapat membuat Indonesia kembali pulih dan bangkit lebih cepat. 

    Begitu pula dengan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang yang merupakan satu institusi agama dan lembaga pendidikan berbasis agama dan ilmu pengetahuan telah melakukan upaya percepatan pemulihan kondisi Indonesia yaitu dengan menyelenggarakan perkuliahan tatap muka 100% dan optimalisasi sarana prasarana pendidikan.

Optimalisasi yang dilakukan khususnya dalam peningkatan teknologi yaitu meliputi sarana komunikasi intranet yang hingga tahun 2019 telah memiliki banwidth 900 Mbps jalur domestic dan 600 Mbps jalur international. Dari besaran banwidth tersebut, lingkungan kampus menjadi hotspot area untuk mempermudah proses pembelajaran dan penunjang aktifitas lainnya bagi civitas akademika.

    Sedangkan optimalisasi prasarana dari kampus dengan tagline “smart and green campus” yaitu dari masing-masing fakultas sudah bertransformasi ke konsep smart class. Yaitu konsep pembelajaran yang didukung oleh alat digital dan kemajuan teknologi informasi. Meskipun tidak semua program studi (prodi), namun mayoritas kelas sudah dilengkapi dengan piranti pembelajaran yang serba digital. Hal tersebut diharapkan agar mahasiswa dapat lebih cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi sekaligus dapat meningkatkan kapasitas diri.



Comments

Popular posts from this blog

Basic Skincare untuk Pemula yang Wajib Kalian Ketahui!

   Hi  beautees ! Menginjak usia remaja adalah sangat wajar jika seseorang mulai memperhatikan penampilannya. Hal itu biasanya dilakukan seseorang dengan tujuan agar lebih nyaman dan lebih percaya diri jika berinteraksi dengan lawan jenisnya. Ssst, tetapi tidak sedikit dari kalian yang masih kebingungan bukan? Hendak memulai darimana dunia per- skincare an ini? Tetapi jangan khawatir, setelah membaca artikel ini tentunya kalian akan mengetahui basic skincare yang perlu digunakan untuk mengawali perjalanan kulit agar menjadi   glowing! Sebelum membahas produk apa saja yang sebaiknya digunakan untuk pemula, penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu jenis kulit yang kita miliki. Karena penggunaan skincare akan lebih maksimal jika disesuaikan dengan tipe kulit setiap orang.

Physical sunscreen vs Chemical sunscreen, manakah yang lebih baik?

Halo beautees !😊 Cuaca yang panas dan matahari yang terik adalah ciri khas yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Paparan sinar matahari yang terik, memiliki banyak sekali dampak buruk bagi kesehatan kulit. Untuk itu, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak menggunakan sunscreen pada pagi hari sebeleum beraktivitas. Baik diluar maupun di dalam ruangan. Sunscreen adalah produk perawatan kulit yang digunakan pada tahap akhir rangkaian skincare di pagi hari setelah penggunaan moisturizer . Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis sunscreen yang dapat digunakan, yaitu physical sunscreen atau chemical sunscreen . Apa itu physical dan chemical sunscreen ? Physical atau yang biasa disebut dengan mineral atau inorganic sunscreen adalah sunscreen yang memberikan perlindungan kulit dari dampak buruk sinar UV dengan berada pada lapisan permukaan kulit lalu memantulkannya kembali. Sedangkan chemical sunscreen atau yang biasa disebut organic sunscreen adalah sunscreen yang member...